Hasil Technical Meeting Festival Keroncong 2009
HASIL TECHNICAL MEETING – BATU, 28 JUNI 2009
- A. PETUNJUK DAN TEKNIS PELAKSANAAN FESTIVAL KERONCONG 2009 SE-JAWA
- Festival Keroncong 2009 Se-Jawa terbuka bagi grup keroncong yang berasal dari seluruh Pulau Jawa. Jelas
- Setiap grup keroncong dapat berkoordinasi dengan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat.
- Kategori Juara Festival Keroncong :
- Juara 1 : Penerima Piala Bergilir Walikota Batu, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 3.500.000,-
- Juara 2 : Menerima Trophy Juara 2, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 2.500.000,-
- Juara 3 : Menerima Trophy Juara 3, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000,-
- Juara Harapan 1 : Menerima Trophy Juara Harapan 1, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 1.000.000,-
- Juara Harapan 2 : Menerima Trophy Juara Harapan 2, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 750.000,-
- Juara Harapan 3 : Menerima Trophy Juara Harapan 3, Piagam Penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 500.000,-
- Grup Favorit : 1 Grup yang dipilih berdasar penilaian Dewan Pengamat yang terdiri dari Perwakilan setiap grup keroncong peserta bersama panitia diluar Dewan Juri. Peserta favorit berhak menerima Trophy dan Piagam Penghargaan.
- Seluruh Grup Keroncong Peserta Festival Keroncong 2009 se-Jawa mendapatkan Piagam Penghargaan
- Setiap Grup Peserta Festival mendapat fasilitas dari panitia berupa penginapan dengan kapasitas 10 – 15 orang mulai Hari Jum’at, 31 Juli 2009 pukul 07.00 WIB sampai pada Hari Minggu, 2 Agustus 2009 (setelah seluruh rangkaian acara Gebyar Keroncong 2009 se-Jawa selesai)
- Biaya TRANSPORTASI dan KONSUMSI ditanggung masing-masing peserta. Kecuali pada saat acara festival keroncong, masing masing personil dari setiap grup peserta mendapatkan 1 (satu) kali konsumsi yang diberikan pada saat turun panggung setelah penampilan
- Pengembalian formulir peserta harap diserahkan kepada panitia melalui Pos, Faximile atau Email paling lambat pada Hari Sabtu 25 Juli 2009.
Kepada EO Quattro Media :
Jl. Sultan Agung No 09 Kota Batu // Fax: 0341 592033
email : quattromedia.info@gmail.com
- Desain panggung Festival Keroncong 2009 se-Jawa terdiri dari 2 panggung utama A dan B. Tujuannya agar setiap kali peserta tampil di salah satu panggung, peserta lain yang mendapat jatah urut dibelakangnya segera melakukan persiapan di satu panggung yang lain.
- Peralatan standart yang disediakan oleh panitia pada masing-masing panggung, yaitu :
| - 1 Mic wireless, 4 Mic kabel
- Bass Betot |
- gitar akustik
- cello |
- bass elektrik
- banyo |
- cak-cuk
- gitar elektrik |
- Diluar kebutuhan diatas, apabila peserta menghendaki alat yang lain maka diharap membawa sendiri.
10. KEWAJIBAN PESERTA :
- Membawakan 1 (satu) lagu KERONCONG ASLI. Ada 5 (lima) lagu yang harus dipilih salah satu oleh setiap peserta sebagai lagu pilihannya. Yaitu :
- KERONCONG TANAH AIRKU
- KERONCONG HANYA SATU
- REMAJA PANCASILA
- BAHANA PANCASILA
- SEPERCIK NYALA API
Credit Point : 3 poin
- Membawakan 4 Lagu pilihan bebas asli ataupun irama keroncong. Misalkan : Stambul, Langgam, Langgam Jawa/Campursari, Pop, Mandarin, Rock, Jazz, Reggae, Dangdut, Lagu Daerah, dsb. Dengan ketentuan :
- 3 (tiga) Lagu dengan penyanyi / vokalis
Credit Point per 1 (satu) lagu : 1 poin
- 1 (satu) Lagu tanpa penyanyi/vokalis (instrumentalia)
Credit Point : 2 poin
- Urutan lagu yang ditampilkan adalah : Lagu Keroncong Asli –> Lagu Bebas Irama Keroncong 1, 2, 3 –> Lagu Instrumen Keroncong
- Durasi waktu maximal 20 menit dengan pembawaan setiap lagu adalah 1 COUPLET
- Peserta Wajib berpakaian rapi dan pantas ditonton sebagai orkes keroncong yang senantiasa menjunjung tinggi nilai nilai budaya bangsa Indonesia.
11. KRITERIA PENILAIAN FESTIVAL :
Kriteria Penilaian grup orkes keroncong
- Harmoni (kelengkapan alat musik yang digunakan dan keselarasan bunyi, aransemen)
- Teknik (insenting, prelude dan interlude, ending)
- Penampilan (kekompakan, improvisasi, gaya dan tata busana, komposisi pemain)
Kriteria Penilaian penyanyi
- Kualitas Vokal (ketepatan nada, warna suara, artikulasi)
- Teknik (insetting, frasering, prelude dan interlude, ending)
- Penampilan (penghayatan, improvisasi, gaya dan tata busana)
Kriteria penilaian peserta lebih dititikberatkan pada penilaian grup orkes keroncong. Ini dikaitkan untuk lebih menghargai semangat para musisi orkes keroncong dalam upaya kolektif melestarikan jenis musik keroncong.
12. Peserta yang anggota musisinya tidak lengkap hanya diperbolehkan meminta bantuan MUSISI BIOLA dan FLUTE dari grup peserta lain. Pemain biola dan flute hanya diperbolehkan membantu penampilan 1 (satu) grup selain grupnya sendiri.
13. Seluruh orkes keroncong peserta festival wajib melaksanakan daftar ulang pada hari Jum’at, 31 Juli 2009 mulai pukul 08.00 WIB di Sekretariat Teknis Panitia yang bertempat di :
BALAI DESA PUNTEN
JL. RAYA PUNTEN KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU, JAWA TIMUR
- B. TATA TERTIB FESTIVAL KERONCONG 2009 SE-JAWA
- Peserta Festival Keroncong 2009 se-Jawa adalah grup keroncong yang telah terdaftar dan memenuhi persyaratan administratif sesuai ketentuan yang tercantum dalam JUKLAK JUKNIS.
- Peserta yang gagal tampil setelah mendapat pemanggilan sesuai nomor urut 3 kali berturut-turut, oleh panitia diberi kesempatan tampil pada DAFTAR URUTAN TERAKHIR acara festival.
* Keterangan :
- Interval Waktu pemanggilan oleh Announcer adalah 5 menit
- Agar tidak terjadi penumpukan peserta pada hari kedua, peserta yang gagal tampil setelah dipanggil 3 kali berturut turut, mendapat kesempatan tampil pada Urutan Terakhir sesuai jatah Hari yang didapat.
Contoh : Peserta nomor 20 masuk jatah tampil di Hari Pertama, tetapi gagal tampil setelah dipanggil selama 3 kali berturut turut. Maka peserta tersebut akan tampil pada daftar urutan terakhir di Hari Pertama Festival Keroncong 2009 se-Jawa
- Seluruh peserta wajib menciptakan suasana tenang ketika peserta lainnya tampil dipanggung, dan hanya memberikan tepuk tangan pada saat penampilan peserta usai.
- Peserta wajib memasang nomor Peserta pada bagian yang mudah dilihat Dewan Juri.
- Apabila dalam penampilan terjadi GANGGUAN TEKNIS yang tidak disengaja maka peserta boleh mengulang atas persetujuan Dewan Juri.
* Keterangan :
- Peserta tidak berhak ikut campur dalam setting sound control
- Apabila peserta dan atau anggotanya dengan sengaja melakukan acak setting sound dengan tujuan membuat kacau penampilan peserta lain, maka grup yang bersangkutan mendapat diskualifikasi
- Setiap peserta wajib menaati peraturan dan tata tertib yang telah disepakati bersama pada saat Technical Meeting.
- Peserta yang melakukan pelanggaran TATA TERTIB dan JUKLAK JUKNIS secara sengaja akan dikenai diskualifikasi dan tidak akan mendapat nilai penjurian.
- Peserta wajib menghormati keputusan Dewan Juri yang bersifat mengikat, mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Keputusan Pemenang Festival seluruh kategori akan dibacakan pada akhir penyelenggaraan seluruh rangkaian acara yaitu hari Minggu, 2 Agustus 2009.
2 comments Juli 4, 2009
GEBYAR KERONCONG 2009 SE-JAWA
Eksistensi Musik Keroncong sebagai Warisan Seni & Budaya Indonesia seiring Perkembangan Jaman
PRAKARSA KATA KATA
Sering terlontar kalimat seperti ini : Keroncong adalah musik asli Indonesia. Memang kita bisa mengakui, bahwa keroncong hanya ada di Indonesia. Namun barangkali yang mustinya tepat untuk dipahami adalah Keroncong adalah musik hasil campuran beberapa kebudayaan yang ada di Nusantara.
MENGAPA DEMIKIAN ?!
Mari kita menengok kembali pada awal sejarah, bahwa Keroncong sebenarnya didatangkan oleh Bangsa Portugis ketika pada masa ekspansinya mencari daerah rempah-rempah pada abad 16 di Indonesia Timur. Yang kemudian dibawa para Mardijkers (para budak yang diberi hak merdeka oleh kolonial Portugis) ke Kampung Tugu, Batavia ketika Belanda mulai memasuki Nusantara dan mengambil alih koloni Portugis dan berkembang hingga melahirkan berbagai jenis Keroncong.
Keroncong, memiliki hubungan historis dengan musik Portugis. Beberapa istilah menyebut fado, semacam musik folk Portugis yang menjadi gaya untuk diadopsi. Ketika Portugis mencari rempah rempah di Tanah Maluku, para budak Ambon memainkan musik ini. Yang kemudian oleh Belanda dibawa ke Batavia, maka di Kampung Tugu (tempat keturunan budak-budak Portugis dari Ambon) sejarah keroncong dimulai dari sini, di akhir abad ke 16 saat kekuasaan Portugis mulai melemah di Nusantara.
Add comment Juli 2, 2009
Perjalanan Cinta
rindu tak pernah lari dari masa depan…
seperti apapun buaiannya itu…
ataukah sang bumi menyembunyikannya? itu juga tak pernah…
dan tentang cinta, dia memang berdiri dengan kakinya sendiri..
tapi itu bukan berarti dia sendirian..
ada pendampingnya….
menopangnya apabila merasa lunglai dengan lelahnya menjalani waktu
Add comment Juli 2, 2009
RIGHT or WRONG
Right Man at the Right Time At the Right Place
Right Man at the Right Time but At the Wrong Place
Right Man at the Right Place but at the wrong Time
Wrong Man but at The Right Time at The Right Place
Wrong Man but at The Wrong Time at The Right Place
Wrong Man but at The Right Time at The Wrong Place
Wrong Man at The Wrong Time at The Wrong Place
Add comment Juni 30, 2009
d’Day of me
today… my birthday
24 tahun.. selamat datang
Semakin dekat gw dengan alam lain
Semakin berkurang jatah gw untuk menikmati kefanaan dunia ini
Alhamdulillah…
1 comment Februari 4, 2009
LOMBA & PAMERAN FOTOGRAFI BANTENGAN NUSWANTARA 2009
Lomba Foto dan Pameran Gebyak Bantengan Nuswantara 2009
-Dinas Pariwisata Kota Batu bekerja sama dengan Komunitas Penggiat Budaya Indonesia mengadakan event BANTENGAN NUSWANTARA 2009 yang diselenggarakan pada tanggal 8 maret 2009. Pameran dan Lomba Foto merupakan rangkaian kegiatan dari event Bantengan Nuswantara 2009 yang diadakan pada tanggal 14-21 Maret 2009. Pameran akan dilaksanakan di Galeri Raos Kota Batu jl.panglima sudirman (depan BCA). (lagi…)
2 comments Februari 4, 2009
merepih alam
alamku… alammu… alam kita
garis nasib bumi ada di khatulistiwa
namun kita sebagai manusianya, telah lupa
dan dunia sebentar lagi….
binasalah
Add comment Januari 26, 2009
01 : 11 WIB, 25 Januari 2009
” MaAfin Aq… “
Semua bukan karna salah sampean, salah keadaan atau salah ucapan. But, its my mistake! Forgive me for all my mistakes
Daftar salahku :
- Bandingin sampean ma mantanku
- Bohong soal perasaanku
- Selalu curiga
- Ga pernah ngasih sesuatu
- Ga bisa ngertiin
- Selalu menuntut lebih, dan banyak lagi….
Yang lebih fatal, aku ga bisa cinta sampean.
Maaf !!!
Aku udah belajar, setauku. Aku memandang sampean seperti dia
Dan hal hal yang sulit aku terima dari sampean, sampean terlalu dewasa untuk aku
Dan mungkin aku terlalu kecil untuk sampean, ga ada waktu untukku yang aku tau sekali lagi, tu bukan kesalahan sampean atau siapapun.
Belum bisa ngerti aku, kita emang ga bisa saling ngerti meski udah nyoba. Kita beda dalam segala hal…..
4. Aku sadar tu semua, saat aku semakin mencoba menekan diriku. Aku berusaha untuk belajar mencintai sampean, but 0 (nol besar!!!)
Maafin aku atas semua ! Percayalah, aku ga ada niat untuk mempermainkan. Maafin aku karna ga pernah bisa jujur dan terbuka!
Aku sadar se sadar sadarnya, aku jahat !!!
Tapi aku akan lebih jahat kalo aku melangkah masuk lebih jauh ke dalam hidup sampean. Awalnya aku pikir aku akan bisa menyayangi. Biarpun belum, mungkin aku bisa berusaha.
Tapi sekarang engga…
Aku pengin tetap begini. Aku punya cinta dan hanya satu. Maaf, thats not for u…
Aku tau sampean akan baik baik saja tanpa aku and me to.
Thanks for all.
Really coyi !
U’r not for me. I’m not for u.
Its fact. Good luck with ur life!
—————————————————–
Kalimat diatas adalah isi sms dari cewekku yang sekarang berubah status jadi mantan cewekku. Usia pacaran ku ma dia jalan sekitar 2 bulan aja, but its okey. Kehidupan terus berjalan meskipun kita sendirian. Ga banyak hal yang jadi berubah dengan situasi kaya gini. Aku bersyukur udah pernah sempet ngisi kehidupan dia, walaupun ga seperti yang dia harapkan.
Lagian juga, betah amat dia nulis sms panjang kaya gitu. Aku yang ngetik di kompi aja ngerasa pegel. Hehehehehehehe….
Back to Jomblo !!!
3 comments Januari 24, 2009
BANTENGAN NUSWANTARA 2009
Pagelaran Bantengan Nuswantara 2009 merupakan narasi kecil disebuah Kota bernama BATU, proses eksplorasi bersama pelaku kesenian dengan berbagai komponen masyarakat yang plural, yang dengan kesadaran terbuka menjadikan ruang budaya sebagai bentuk kompromi terhadap pandangan pluralitas kehidupan.
RENCANA KEGIATAN
Nama Kegiatan : BANTENGAN NUSWANTARA 2009
Tema Kegiatan : CAKRAWALA HARMONI INDONESIA
kesederhanaan, kebersamaan, kemitraan dan pengertian mutual.
Model Kegiatan : Pertunjukan Kolosal dengan target peserta 1000 Group Bantengan
Tanggal : 8 Maret 2009 Pukul 08.00 – Selesai
Penyelenggara : Komunitas Penggiat Budaya Indonesia
Alamat : Jl. Brantas 2 No. 3 Kelurahan Ngaglik Kota Batu
Sekretariat wilayah :
• Sanggar Mega Budoyo Jl. Semeru No. 8 Kota Batu
• Padepokan Galogo Jati Jl. Kertanegara 2/156 Tumpang
• Fugo Jl. Melati 97 Kebonsari Tumpang
• Misbach Jl. Mekar Asri 6/17 Mager Sari Mojokerto
• Imam Isnandar Desa Sajen Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto
REVIEW PROSES 2008
Kegiatan ini merupakan kegiatan kolosal yang diselenggarakan oleh rakyat setiap tahun, dimotori oleh KOMUNITAS PENGGIAT BUDAYA INDONESIA sebagai bentuk upaya pendidikan kebudayaan yang dilakukan secara simultan.
Ada semacam pertanyaan kenapa harus dilakukan tiap tahun?, apakah hanya sebuah repetisi atau bentuk pengulangan dari sebuah cerita sukses pada masa sebelumnya? Pertanyaan pertanyaan tersebut timbul didalam benak kami, seperti apakah kemudian kami mengkonstruksi sebuah kegiatan supaya tidak hanya menjadi kegiatan yang repetisi belaka.
Sedikit mereview Kegiatan sebelumnya, Gebyak Bantengan Nuswantara 2008 dengan tajuk an Ethnic Colosal Culturetainment, telah berhasil menunjukan realitas narasi kecil nya sebagai kesenian yang layak diperhitungkan pada pentas budaya nasional. Dihadiri hampir 600 group peserta dari berbagai daerah di Malang Raya, dan hadiri pula beberapa tokoh nasional, acara tersebut berhasil menyedot lebih dari 5000 penonton yang berdiri di sepanjang jalan. Rute yang panjang hampir 5 km lebih tidak menyurutkan energi peserta dan penonton untuk tetap melihat acara tersebut hingga selesai. ( review kliping dari media lokal maupun nasional terlampir )
Energi kreatif kami menjadi merasa tertantang, untuk menjadikan kegiatan ini tidak hanya menjadi monumen budaya belaka, namun kami berusaha secara serius, untuk mengisi kegiatan tersebut dengan konsep yang lebih dalam, segar dan terkini, yang mampu memberikan gambaran tentang situasi sosial budaya dan secara maksimal kami berharap dapat mengirimkan sebuah pesan kepada dunia akan pentingnya pendidikan kebudayaan sebagai medan ruang komunikasi dialogis di Indonesia. CAKRAWALA HARMONI INDONESIA, kesederhanaan, kebersamaan, kemitraan dan pengertian mutual.
KORELASI KEGIATAN DAN ISU 2009
Cakrawala Harmoni Indonesia, sebuah tema tentang pandangan keseimbangan. Keseimbangan antara keadilan dan kebijakan, kesetaraan dan persamaan, kearifan dan prilaku, keseimbangan antara rakyat dan negara, antara yang dipilih dan yang memilih, yang kemudian menjadi sebuah cakrawala suritauladan bersama tanpa lagi melihat batasan batasan normative yang seringkali menjadikan kesalah-pahaman, kesalah-penglihatan atau bahkan kesalah-penilaian.
Mungkinkah Cakrawala Harmoni tersebut dapat kita gapai secara bersama? Ditengah isu yang sangat strategis menghadapi momentum PEMILU 2009, kami sebagai penyelenggara kegiatan, merasa sangat termotivasi, untuk dapat memberikan pagelaran terbaik dan menjadikan agenda tersebut sebagai bagian langsung dari peristiwa suksesi PEMILU 2009.
Prilaku kesederhanaan, kebersamaan, kemitraan dan pengertian mutual, semoga dapat menjadi kesuri tauladanan bersama, dalam mewujudkan agenda Bantengan Nuswantara 2009 dan kami sangat berharap, akan adanya inspirasi bersama dalam upaya perwujudan Indonesia yang lebih baik.
VISI KEPENYELENGGARAAN
Melanjutkan kegiatan kolosal kerakyatan terbaik dari Kota Batu secara simultan pada pentas nasional di Tahun 2009 dan menjadikan kegiatan Bantengan Nuswantara sebagai asset pariwisata kerakyatan Indonesia.
MISI KEPENYELENGGARAAN
Untuk mensukseskan Visi diatas, maka diperlukan upaya upaya dalam rangkaian misi sebagai berikut :
- Mendorong kegiatan Bantengan Nuswantara 2009 sebagai agenda resmi Pariwisata Nasional maupun Daerah
- Mendorong terwujudnya Hak Pathen kesenian Bantengan sebagai upaya melestarikan serta melindungi aset budaya bangsa.
- Mengembangkan pola kemitraan ekonomi kerakyatan, sebagai kekuatan dasar untuk menopang keberlangsungan kesenian maupun pelaku kesenian Banthengan
- Mengembangkan kegiatan Banthengan Nuswantara sebagai medan ruang dialogis seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, baik langsung maupun secara tidak langsung.
- Menumbuhkan kesadaran pembelajaran social, yaitu dengan pembelajaran yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan, yang diwujudkan lewat memori social, pola pola institusi, memori institusi, dan persepsi bersama.
- Mendorong kesadaran kepada masyarakat tentang perlunya mengadakan perubahan: bagaimana merubah pandangan hidup, gaya hidup, keyakinan budaya yang telah menjadi common belief, ke arah pandangan hidup di masa depan yang lebih baik. Khususnya, bagaimana pandangan dunia kapitalisme global yang berdasarkan pada prinsip kekuasaan, eksploitatif, dominasi, eksploitasi, kompetisi, dan hasrat tak terbatas, dirubah atau dimodifikasi ke arah pandangan dunia yang lebih manusiawi, yang dilandasi oleh prinsip prinsip lokalitas: kesederhanaan, kebersamaan, kemitraan, pengertian mutual.
TUJUAN KEPENYELENGGARAAN
• Merencanakan keterlibatan publik seluas-luasnya dalam penyelenggaraan Agenda Bantengan Nuswantara 2009 yang terrepresentasikan di dalam peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan
• Mengundang tokoh tokoh nasional yang sangat diperlukan sebagai endoser dari kegiatan Bantengan 2009
• Mempertemukan tokoh tokoh nasional tersebut dalam agenda tatap muka dan kenal langsung.
• Merancang detail tahapan kepenyelenggaraan kegiatan dengan dukungan administrasi formal yang sangat terinci, sehingga secara yuridis hasil kegiatan dapat menjadi tolok ukur peningkatan partisipasi rakyat didaerah.
• Mengembangkan bentuk baru kepenyelenggaraan pendidikan kebudayaan didaerah sebagai ruang ekspresi masyarakat sekaligus sebagai penanda tahapan peningkatan sosio-kultural masyarakat.
• Menciptakan pola kemitraan pembangunan ekonomi melalui kader kader budaya lokal yang telah ada, sebagai motor penggerak utama / pemercepat pembangunan di wilayah masing masing
• Membuat dokumen hasil kepenyelenggaraan BANTENGAN NUSWANTARA 2009 yang memuat tahapan penyelenggaraan, dokumen peserta, serta beberapa evaluasi atas kelemahan yang terjadi, Diharapkan dokumen ini akan menjadi naskah acuan bagi evaluasi control terhadap kegiatan di masa mendatang.
• Menciptakan pemahaman bersama proses pendidikan kebudayaan didaerah dari setiap stake holder yang terlibat
Add comment Januari 14, 2009
PEKERJAAN FAFORIT
Saat ini, kita sedang berada dalam situasi yang bener-bener ga nyaman. Dalam artian disini, situasi yang kita hadapin sekarang sangat membutuhkan kuatnya mental untuk terus berjuang menjalani hidup.
Terutama dalam bidang ekonomi, yang juga berhubungan langsung dengan PEKERJAAN. Karna dengan bekerja, maka kita akan dapat penghasilan. Baik itu di sektor swasta maupun sektor pemerintahan.
Membahas sektor swasta, tentunya kita semua udah tau bagaimana kondisi dan situasi yang dialami sebagian diantara kita yang ada di lingkungan ini. Entah itu sebagai karyawan (buruh) atau sebagai pengusaha/ enterpreuner (boss).
Bagi yang berada di posisi sebagai Boss, pasti udah pernah ngerasain gimana kerasnya persaingan usaha saat ini. Belum lagi faktor-faktor lain baik itu internal maupun ekstrernal yang menantang. Bisa jadi konsistensi, keuletan dan semangat dari masing-masing Boss pastinya berbeda. Faktor eksternal, keamanan lingkungan, SDM, hambatan birokrasi dan masih banyak lagi hal lain yang tentunya sangat butuh mental baja, etos kerja yang cerdas dan perhitungan yang tepat secara konsisten. Oke lah, disisi lain bagi kita yang ada di posisi ini kita bisa menikmati “rasa merdeka” dari tekanan oleh orang lain yang lazimnya dialami oleh para buruh/karyawan.
Dan ada 2 macem jenis Boss dilihat dari unsur genetiknya, ada pure boss yaitu emang dia adalah perintis usaha mulai dari nol dan ada yang namanya boss turunan yaitu dia yang kebetulan jadi boss karna nerusin usaha milik orang tuanya (warisan). Tapi, salut buat yang ada di posisi ini. Jaman sekarang masih ada aja yang nekat dan berani nyemplung ke wilayah ini.
Karyawan/ Buruh, salah satu “mesin” penggerak perekonomian. Dimana-mana, pasti banyakan karyawan daripada bossnya (Ya iya lah…). Bagi kita yang ada di posisi ini, pasti udah tau ya gimana ga enaknya kerja ikut orang/perusahaan, tapi apa daya karna juga ga punya cukup bekal ketika ingin ber enterpreuner.
Beruntunglah bagi mereka yang hidup di dekade sebelum tahun 90 an. Masih ngerasain yang namanya uang lembur yang layak, uang pensiun, tunjangan ini itu atau pesangon kalo di PHK yang semuanya itu bernilai nominal layak dan pantas sebagai jasa penghargaan ke karyawan yang pastinya udah nyumbang kontribusi ga sedikit buat perusahaan atau boss.
Jadi karyawan di jaman sekarang… musti lebih siap mental lagi. Manusia jumlahnya tambah banyak tapi ga diimbangin dengan jumlah lapangan kerja. Sektor industri dan usaha skala besar lebih mengandalkan kontribusi mesin. Kebijakan pemerintah buat nekan angka pengangguran dengan bikin sistem kerja kontrak, outsourching, tunjangan semakin minim, jam kerja berlebihan dan ga ada lagi yang namanya dana pensiun akibat dari kebijakan yang tak bijak tersebut. Hari gini gampang aja ada pecat dan PHK tanpa sebab ga jelas. Makanya ga heran sekarang ini banyak terjadi fenomena pergesekan sesama rekan kerja, sikut kanan kiri, saling jegal antar temen buat nyari muka didepan atasan yang menggeser nilai toleransi dan kekeluargaan.
Disisi lain, jadi karyawan tu pikirannya ga bakalan pusing seberat pusingnya Boss, karna semuanya udah ada yang ngatur, tinggal mengerjakan sesuai konsep, pola kerja dan perhitungan dari Boss. Posisi ini juga bisa dibagi jadi 2 jenis : Murni niat jadi pekerja abadan abadi (ni orang pasti pikirannya ga macem-macem, nrimo ing pandum), dan Pekerja yang punya fikiran posisi dia hanya sebagai batu loncatan aja ngumpulin modal atau bisa juga nimba ilmu sebelum dia terjun ber enterpreuner.
Nah, ni sektor yang di Indonesia bener-bener jadi primadona. Dibahas diatas tentang seperti apa dinamika bekerja pada sektor swasta, orang Indon lebih cenderung milih jalur aman dengan memasuki sektor ini, jadi Pegawai Pemerintahan, yang biasa disebut Aparat dan Birokrat. Yang masuk kategori ini tu ada PNS, TNI/POLRI dan sebangsanya yang pasti berhubungan dengan kerja di Pemerintahan. Dan antusiasme dan harapan orang Indon sangat tinggi untuk bisa bekerja menjadi Abdi Negara. Yach, BEKERJA MENJADI ABDI NEGARA…
Ga heran dan wajar kalo dihadapkan dengan situasi jaman sekarang. Mau jadi enterpreuner, tantangannya kayak yang tersebut diatas, jarang orang bisa ngelewatin itu. Kerja di sektor swasta, yang ada nasib serba ga jelas. Dan pekerjaan faforit disekitar kita sekarang ini ya di sektor pemerintahan ini. Jadi birokrat, TNI/POLRI bukan lagi sebuah panggilan hati untuk mengabdi kepada negara tapi merupakan sebuah peluang agar bisa merubah keadaan kehidupan ekonomi kita menjadi lebih baik, nyaman dan terjamin dalam jangka panjang.
Ya, sektor ini bener-bener sebuah jalur aman yang masih tersisa. Misal birokrat, awalnya berangkat sebagai pegawai honorer (sistem kontrak), ga menutup kemungkinan 2 sampai 3 tahun udah keluar tu SK PNS dia. Atau yang lewat tes terbuka, yang dibutuhin 300 yang daftar 10.000 orang. Ketika jalur prosedural mentok, “jalur belakang”pun nekat diambil. Berkolusi, Nepotisme tak ambil soal. Kalo udah jadi PNS, hidup mulai terjamin pastinya. Pikiran fokus aja ke kerjaan yang ditangani, selama kita bekerja dengan baik gak neko-neko. Udah ga mikir lagi gimana kalo masa kontrak kerja abis, di PHK ga ada pesangonnya, atau hal-hal lain yang dialami para swastawan dan itu pahit, ga bakalan ada tu di sektor ini.
Memang, dalam pemerintahan struktur kerja lebih jelas mulai dari pejabat tingkatan paling tinggi sampai pegawai paling rendah dan hal ini yang tidak dimiliki oleh semua bidang di sektor swasta. Tapi, mari kita balikin lagi dengan realita sekarang ini. Bagaimana etos kerja yang kita terapkan, sering tidak efektifnya beberapa lini bagian sebab penumpukan jumlah pegawai yang berlebihan, masih belum berubahnya pola fikir bahwa mestinya menjadi pegawai pemerintahan adalah menjadi pelayan masyarakat, jadi rasa pertanggung jawaban yang utama adalah kepada masyarakat banyak. Aku nyoba ga ngungkapin seberapa buruknya Rapor Buruk Pemerintahan kita, terutama yang berada di Pemerintah Daerah karna pasti bakal dicekal rame-rame ni blogku.
Dan yang paling penting, dengan kita berada dalam wilayah ini berarti semakin kita menjadi beban negara, karena kita digaji oleh negara. Padahal kalo kita cermati, sebagian besar sumber dana anggaran negara ita ini sampai saat ini masih berasal dari hutang/bantuan luar negri. Dengan kata lain, generasi penerus kita lah yang nanti membayar kembali dana talangan itu. Hmmm… jadi mikir lagi mau daftar PNS.
Oke, apapun itu pekerjaan faforit buat kita masing-masing ya itulah pilihan hidup. Karna hidup tu musti memilih. Dimanapun dan apapun pekerjaan yang kita jalani sekarang, mari kita jalani dengan hati, dengan penuh cinta dan ucap syukur. Sebab hanya dengan itu kita bisa menjaga amanah dan menyelesaikan segala sesuatu dengan baik. Di jaman serba ga nyaman ini, mari kita nikmati ketidaknyamanan itu dengan senyaman-nyamannya. Hahahaha………
Add comment November 28, 2008