PEKERJAAN FAFORIT
November 28, 2008
Saat ini, kita sedang berada dalam situasi yang bener-bener ga nyaman. Dalam artian disini, situasi yang kita hadapin sekarang sangat membutuhkan kuatnya mental untuk terus berjuang menjalani hidup.
Terutama dalam bidang ekonomi, yang juga berhubungan langsung dengan PEKERJAAN. Karna dengan bekerja, maka kita akan dapat penghasilan. Baik itu di sektor swasta maupun sektor pemerintahan.
Membahas sektor swasta, tentunya kita semua udah tau bagaimana kondisi dan situasi yang dialami sebagian diantara kita yang ada di lingkungan ini. Entah itu sebagai karyawan (buruh) atau sebagai pengusaha/ enterpreuner (boss).
Bagi yang berada di posisi sebagai Boss, pasti udah pernah ngerasain gimana kerasnya persaingan usaha saat ini. Belum lagi faktor-faktor lain baik itu internal maupun ekstrernal yang menantang. Bisa jadi konsistensi, keuletan dan semangat dari masing-masing Boss pastinya berbeda. Faktor eksternal, keamanan lingkungan, SDM, hambatan birokrasi dan masih banyak lagi hal lain yang tentunya sangat butuh mental baja, etos kerja yang cerdas dan perhitungan yang tepat secara konsisten. Oke lah, disisi lain bagi kita yang ada di posisi ini kita bisa menikmati “rasa merdeka” dari tekanan oleh orang lain yang lazimnya dialami oleh para buruh/karyawan.
Dan ada 2 macem jenis Boss dilihat dari unsur genetiknya, ada pure boss yaitu emang dia adalah perintis usaha mulai dari nol dan ada yang namanya boss turunan yaitu dia yang kebetulan jadi boss karna nerusin usaha milik orang tuanya (warisan). Tapi, salut buat yang ada di posisi ini. Jaman sekarang masih ada aja yang nekat dan berani nyemplung ke wilayah ini.
Karyawan/ Buruh, salah satu “mesin” penggerak perekonomian. Dimana-mana, pasti banyakan karyawan daripada bossnya (Ya iya lah…). Bagi kita yang ada di posisi ini, pasti udah tau ya gimana ga enaknya kerja ikut orang/perusahaan, tapi apa daya karna juga ga punya cukup bekal ketika ingin ber enterpreuner.
Beruntunglah bagi mereka yang hidup di dekade sebelum tahun 90 an. Masih ngerasain yang namanya uang lembur yang layak, uang pensiun, tunjangan ini itu atau pesangon kalo di PHK yang semuanya itu bernilai nominal layak dan pantas sebagai jasa penghargaan ke karyawan yang pastinya udah nyumbang kontribusi ga sedikit buat perusahaan atau boss.
Jadi karyawan di jaman sekarang… musti lebih siap mental lagi. Manusia jumlahnya tambah banyak tapi ga diimbangin dengan jumlah lapangan kerja. Sektor industri dan usaha skala besar lebih mengandalkan kontribusi mesin. Kebijakan pemerintah buat nekan angka pengangguran dengan bikin sistem kerja kontrak, outsourching, tunjangan semakin minim, jam kerja berlebihan dan ga ada lagi yang namanya dana pensiun akibat dari kebijakan yang tak bijak tersebut. Hari gini gampang aja ada pecat dan PHK tanpa sebab ga jelas. Makanya ga heran sekarang ini banyak terjadi fenomena pergesekan sesama rekan kerja, sikut kanan kiri, saling jegal antar temen buat nyari muka didepan atasan yang menggeser nilai toleransi dan kekeluargaan.
Disisi lain, jadi karyawan tu pikirannya ga bakalan pusing seberat pusingnya Boss, karna semuanya udah ada yang ngatur, tinggal mengerjakan sesuai konsep, pola kerja dan perhitungan dari Boss. Posisi ini juga bisa dibagi jadi 2 jenis : Murni niat jadi pekerja abadan abadi (ni orang pasti pikirannya ga macem-macem, nrimo ing pandum), dan Pekerja yang punya fikiran posisi dia hanya sebagai batu loncatan aja ngumpulin modal atau bisa juga nimba ilmu sebelum dia terjun ber enterpreuner.
Nah, ni sektor yang di Indonesia bener-bener jadi primadona. Dibahas diatas tentang seperti apa dinamika bekerja pada sektor swasta, orang Indon lebih cenderung milih jalur aman dengan memasuki sektor ini, jadi Pegawai Pemerintahan, yang biasa disebut Aparat dan Birokrat. Yang masuk kategori ini tu ada PNS, TNI/POLRI dan sebangsanya yang pasti berhubungan dengan kerja di Pemerintahan. Dan antusiasme dan harapan orang Indon sangat tinggi untuk bisa bekerja menjadi Abdi Negara. Yach, BEKERJA MENJADI ABDI NEGARA…
Ga heran dan wajar kalo dihadapkan dengan situasi jaman sekarang. Mau jadi enterpreuner, tantangannya kayak yang tersebut diatas, jarang orang bisa ngelewatin itu. Kerja di sektor swasta, yang ada nasib serba ga jelas. Dan pekerjaan faforit disekitar kita sekarang ini ya di sektor pemerintahan ini. Jadi birokrat, TNI/POLRI bukan lagi sebuah panggilan hati untuk mengabdi kepada negara tapi merupakan sebuah peluang agar bisa merubah keadaan kehidupan ekonomi kita menjadi lebih baik, nyaman dan terjamin dalam jangka panjang.
Ya, sektor ini bener-bener sebuah jalur aman yang masih tersisa. Misal birokrat, awalnya berangkat sebagai pegawai honorer (sistem kontrak), ga menutup kemungkinan 2 sampai 3 tahun udah keluar tu SK PNS dia. Atau yang lewat tes terbuka, yang dibutuhin 300 yang daftar 10.000 orang. Ketika jalur prosedural mentok, “jalur belakang”pun nekat diambil. Berkolusi, Nepotisme tak ambil soal. Kalo udah jadi PNS, hidup mulai terjamin pastinya. Pikiran fokus aja ke kerjaan yang ditangani, selama kita bekerja dengan baik gak neko-neko. Udah ga mikir lagi gimana kalo masa kontrak kerja abis, di PHK ga ada pesangonnya, atau hal-hal lain yang dialami para swastawan dan itu pahit, ga bakalan ada tu di sektor ini.
Memang, dalam pemerintahan struktur kerja lebih jelas mulai dari pejabat tingkatan paling tinggi sampai pegawai paling rendah dan hal ini yang tidak dimiliki oleh semua bidang di sektor swasta. Tapi, mari kita balikin lagi dengan realita sekarang ini. Bagaimana etos kerja yang kita terapkan, sering tidak efektifnya beberapa lini bagian sebab penumpukan jumlah pegawai yang berlebihan, masih belum berubahnya pola fikir bahwa mestinya menjadi pegawai pemerintahan adalah menjadi pelayan masyarakat, jadi rasa pertanggung jawaban yang utama adalah kepada masyarakat banyak. Aku nyoba ga ngungkapin seberapa buruknya Rapor Buruk Pemerintahan kita, terutama yang berada di Pemerintah Daerah karna pasti bakal dicekal rame-rame ni blogku.
Dan yang paling penting, dengan kita berada dalam wilayah ini berarti semakin kita menjadi beban negara, karena kita digaji oleh negara. Padahal kalo kita cermati, sebagian besar sumber dana anggaran negara ita ini sampai saat ini masih berasal dari hutang/bantuan luar negri. Dengan kata lain, generasi penerus kita lah yang nanti membayar kembali dana talangan itu. Hmmm… jadi mikir lagi mau daftar PNS.
Oke, apapun itu pekerjaan faforit buat kita masing-masing ya itulah pilihan hidup. Karna hidup tu musti memilih. Dimanapun dan apapun pekerjaan yang kita jalani sekarang, mari kita jalani dengan hati, dengan penuh cinta dan ucap syukur. Sebab hanya dengan itu kita bisa menjaga amanah dan menyelesaikan segala sesuatu dengan baik. Di jaman serba ga nyaman ini, mari kita nikmati ketidaknyamanan itu dengan senyaman-nyamannya. Hahahaha………
Entry Filed under: Uncategorized. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed