BANTENGAN NUSWANTARA 2009
Januari 14, 2009
Pagelaran Bantengan Nuswantara 2009 merupakan narasi kecil disebuah Kota bernama BATU, proses eksplorasi bersama pelaku kesenian dengan berbagai komponen masyarakat yang plural, yang dengan kesadaran terbuka menjadikan ruang budaya sebagai bentuk kompromi terhadap pandangan pluralitas kehidupan.
RENCANA KEGIATAN
Nama Kegiatan : BANTENGAN NUSWANTARA 2009
Tema Kegiatan : CAKRAWALA HARMONI INDONESIA
kesederhanaan, kebersamaan, kemitraan dan pengertian mutual.
Model Kegiatan : Pertunjukan Kolosal dengan target peserta 1000 Group Bantengan
Tanggal : 8 Maret 2009 Pukul 08.00 – Selesai
Penyelenggara : Komunitas Penggiat Budaya Indonesia
Alamat : Jl. Brantas 2 No. 3 Kelurahan Ngaglik Kota Batu
Sekretariat wilayah :
• Sanggar Mega Budoyo Jl. Semeru No. 8 Kota Batu
• Padepokan Galogo Jati Jl. Kertanegara 2/156 Tumpang
• Fugo Jl. Melati 97 Kebonsari Tumpang
• Misbach Jl. Mekar Asri 6/17 Mager Sari Mojokerto
• Imam Isnandar Desa Sajen Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto
REVIEW PROSES 2008
Kegiatan ini merupakan kegiatan kolosal yang diselenggarakan oleh rakyat setiap tahun, dimotori oleh KOMUNITAS PENGGIAT BUDAYA INDONESIA sebagai bentuk upaya pendidikan kebudayaan yang dilakukan secara simultan.
Ada semacam pertanyaan kenapa harus dilakukan tiap tahun?, apakah hanya sebuah repetisi atau bentuk pengulangan dari sebuah cerita sukses pada masa sebelumnya? Pertanyaan pertanyaan tersebut timbul didalam benak kami, seperti apakah kemudian kami mengkonstruksi sebuah kegiatan supaya tidak hanya menjadi kegiatan yang repetisi belaka.
Sedikit mereview Kegiatan sebelumnya, Gebyak Bantengan Nuswantara 2008 dengan tajuk an Ethnic Colosal Culturetainment, telah berhasil menunjukan realitas narasi kecil nya sebagai kesenian yang layak diperhitungkan pada pentas budaya nasional. Dihadiri hampir 600 group peserta dari berbagai daerah di Malang Raya, dan hadiri pula beberapa tokoh nasional, acara tersebut berhasil menyedot lebih dari 5000 penonton yang berdiri di sepanjang jalan. Rute yang panjang hampir 5 km lebih tidak menyurutkan energi peserta dan penonton untuk tetap melihat acara tersebut hingga selesai. ( review kliping dari media lokal maupun nasional terlampir )
Energi kreatif kami menjadi merasa tertantang, untuk menjadikan kegiatan ini tidak hanya menjadi monumen budaya belaka, namun kami berusaha secara serius, untuk mengisi kegiatan tersebut dengan konsep yang lebih dalam, segar dan terkini, yang mampu memberikan gambaran tentang situasi sosial budaya dan secara maksimal kami berharap dapat mengirimkan sebuah pesan kepada dunia akan pentingnya pendidikan kebudayaan sebagai medan ruang komunikasi dialogis di Indonesia. CAKRAWALA HARMONI INDONESIA, kesederhanaan, kebersamaan, kemitraan dan pengertian mutual.
KORELASI KEGIATAN DAN ISU 2009
Cakrawala Harmoni Indonesia, sebuah tema tentang pandangan keseimbangan. Keseimbangan antara keadilan dan kebijakan, kesetaraan dan persamaan, kearifan dan prilaku, keseimbangan antara rakyat dan negara, antara yang dipilih dan yang memilih, yang kemudian menjadi sebuah cakrawala suritauladan bersama tanpa lagi melihat batasan batasan normative yang seringkali menjadikan kesalah-pahaman, kesalah-penglihatan atau bahkan kesalah-penilaian.
Mungkinkah Cakrawala Harmoni tersebut dapat kita gapai secara bersama? Ditengah isu yang sangat strategis menghadapi momentum PEMILU 2009, kami sebagai penyelenggara kegiatan, merasa sangat termotivasi, untuk dapat memberikan pagelaran terbaik dan menjadikan agenda tersebut sebagai bagian langsung dari peristiwa suksesi PEMILU 2009.
Prilaku kesederhanaan, kebersamaan, kemitraan dan pengertian mutual, semoga dapat menjadi kesuri tauladanan bersama, dalam mewujudkan agenda Bantengan Nuswantara 2009 dan kami sangat berharap, akan adanya inspirasi bersama dalam upaya perwujudan Indonesia yang lebih baik.
VISI KEPENYELENGGARAAN
Melanjutkan kegiatan kolosal kerakyatan terbaik dari Kota Batu secara simultan pada pentas nasional di Tahun 2009 dan menjadikan kegiatan Bantengan Nuswantara sebagai asset pariwisata kerakyatan Indonesia.
MISI KEPENYELENGGARAAN
Untuk mensukseskan Visi diatas, maka diperlukan upaya upaya dalam rangkaian misi sebagai berikut :
- Mendorong kegiatan Bantengan Nuswantara 2009 sebagai agenda resmi Pariwisata Nasional maupun Daerah
- Mendorong terwujudnya Hak Pathen kesenian Bantengan sebagai upaya melestarikan serta melindungi aset budaya bangsa.
- Mengembangkan pola kemitraan ekonomi kerakyatan, sebagai kekuatan dasar untuk menopang keberlangsungan kesenian maupun pelaku kesenian Banthengan
- Mengembangkan kegiatan Banthengan Nuswantara sebagai medan ruang dialogis seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, baik langsung maupun secara tidak langsung.
- Menumbuhkan kesadaran pembelajaran social, yaitu dengan pembelajaran yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan, yang diwujudkan lewat memori social, pola pola institusi, memori institusi, dan persepsi bersama.
- Mendorong kesadaran kepada masyarakat tentang perlunya mengadakan perubahan: bagaimana merubah pandangan hidup, gaya hidup, keyakinan budaya yang telah menjadi common belief, ke arah pandangan hidup di masa depan yang lebih baik. Khususnya, bagaimana pandangan dunia kapitalisme global yang berdasarkan pada prinsip kekuasaan, eksploitatif, dominasi, eksploitasi, kompetisi, dan hasrat tak terbatas, dirubah atau dimodifikasi ke arah pandangan dunia yang lebih manusiawi, yang dilandasi oleh prinsip prinsip lokalitas: kesederhanaan, kebersamaan, kemitraan, pengertian mutual.
TUJUAN KEPENYELENGGARAAN
• Merencanakan keterlibatan publik seluas-luasnya dalam penyelenggaraan Agenda Bantengan Nuswantara 2009 yang terrepresentasikan di dalam peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan
• Mengundang tokoh tokoh nasional yang sangat diperlukan sebagai endoser dari kegiatan Bantengan 2009
• Mempertemukan tokoh tokoh nasional tersebut dalam agenda tatap muka dan kenal langsung.
• Merancang detail tahapan kepenyelenggaraan kegiatan dengan dukungan administrasi formal yang sangat terinci, sehingga secara yuridis hasil kegiatan dapat menjadi tolok ukur peningkatan partisipasi rakyat didaerah.
• Mengembangkan bentuk baru kepenyelenggaraan pendidikan kebudayaan didaerah sebagai ruang ekspresi masyarakat sekaligus sebagai penanda tahapan peningkatan sosio-kultural masyarakat.
• Menciptakan pola kemitraan pembangunan ekonomi melalui kader kader budaya lokal yang telah ada, sebagai motor penggerak utama / pemercepat pembangunan di wilayah masing masing
• Membuat dokumen hasil kepenyelenggaraan BANTENGAN NUSWANTARA 2009 yang memuat tahapan penyelenggaraan, dokumen peserta, serta beberapa evaluasi atas kelemahan yang terjadi, Diharapkan dokumen ini akan menjadi naskah acuan bagi evaluasi control terhadap kegiatan di masa mendatang.
• Menciptakan pemahaman bersama proses pendidikan kebudayaan didaerah dari setiap stake holder yang terlibat
Entry Filed under: hot issue. .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed